Skip to content
Home » Berita » Peristiwa Isra Miraj Dalam Pandangan Sains Menurut Pakar Astronomi

Peristiwa Isra Miraj Dalam Pandangan Sains Menurut Pakar Astronomi

  • by
Sain dalam Isra Mi'raj

 

Suatu hari Rosulullah SAW bercerita tentang perjalanan isra miraj. pada saat itu  allah mewahyukan  secara langsung tentang solat. Dia telah mewajibkan kepadaku, lima puluh kali salat dalam sehari, setelah menerima wahyu tersebut aku turun   hingga ketika sampai ke tempat nabi musa yaitu langit keenam, kemudian nabi musa bertanya kepadaku , “ apakah yang diwajibkan rabb atas umat kamu ?”aku menjawab, Lima puluh kali salat dalam sehari’, nabi musa menjawab kembalikalah kepada rabbmu, lalu mintalah keringan darinya  karena sesuguhnya umatmu tidak akan kuat melaksanakannya aku telah mencoba kepada bani isroil dan mengujinya.

Rosulullah melanjutkan kisahnya, maka aku kembali kepada rabb ku lalu memohon wahai Rabbku ringankanlah umatku, maka allah meringankan lima waktu keapadaku, lalu aku kembali menemui nabi Musa, beliau bertnaya apa yang telah kamu lakukan, aku  menjawab Allah telah meringkan lima waktu keapadaku . maka nabi musa berkata yang sama umatmu tak akan kuat maka kembalilah keapada rabb mu dan mintalah keringan untuk umatmu kepadanaya. Maka aku kembali kepada rabb ku dan meminta keringanan kepadanya. Dan rabb ku meringakan lima lagi, aku kian kemari kepada rabb ku meminta keringan nya atas saran nabi musa. 

Pada akhitnya allah berfirman; wahai Muhammad salat lima waktu untuk tiap sehari semalam, pada setiap salat berpahala sepuluh solat dan itu sama dengan pahal lima puluh kali solat, serta barang siapa yang berniat melalukan kebaikan kemudian tidak melakukannya maka dituliskan baginya satu pahala dan jika dia melakukanya maka dituliskan baginya 10 pahala kebaikan dan barang siapa mengerjakan keburukan dan dia tidak mengerjakannya maka tidak dituliskan dosanya, namun saat dai melakukanya maka dituliskan baginya 1 keburukan

Setelah itu aku turun ke tempat nabi musa namun nabi musa menyarankan aku meminta keringan kembali dan aku menjawab aku telah kian kemari kepada rabb ku  hingga aku malu terhadapnya.

Sepenggal percakapan antara nabi musa dan nabi Muhammad yang dikutip dari sebuah hadis yang mengisahkan tentang peristiwa isra miraj rosul dan  saat  diterima secara langsung wahyu untuk melaksanakan solat., selain perjalanan isra miraj adalah peristiwa yang agung dimana nabi Muhammad melakukanperjalanan dari Madinah, al aqsa kemudain kelangit ketujuh adalah salah satu peristiwa yang penting bagi umat muslimin karena pada saat perjalnan itu nabi Muhammad mendapatkan perintah melaksanakan solat lima waktu seperti yang telah dikisahkan diatas. 

Terdapat dua pendapat mengenai kapan terjadinya peristiwa isra miraj, menurut imam al- Maududi dan mayoritas ulama berpendapat terjadi pada tahun pertama sebelum peristiwa hijrahnya nabi ke Madinah sekitar pada tahun 620-621 M dan menurut imam Allamah Al- Mansuri peristiwa isra miraj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke sepuluh kenabian dan pendapat terakhir adalah pendapat yang popular.

Dalam buku yang berjudul “In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic experience” karya John Renerd mengatakan bahwa isra miraj adalah salah satu dari tiga peristiwa yang terpenting dalam perjalanan hidup nabi Muhammad SAW selain perjalanan hijrah dan Haji Wada.

Penamaan Isra miraj memiliki makna pada masing-masing kata. Isra yang berarti perjalanan nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram menuju masjidil Al- Aqsa dengan jarak kedua masjid itu sekitar 1239 Km. sedangkan pengertian dari miraj adalah perjalanan rosulullah SAW dari masjidil al-aqsa menuju sidrotul muntaha, lalu disanalah beliau menerima perintah solat dan diperjalanan menuju sidrotul muntaha nabi Muhhamad SAW   

Peristiwa isra miraj juga dibahas dan dapat ditinjau dari segi sains, kendaraan rosulullah saat melakukan isra miraj adalah buraq yang dijelaskan dalam hadis memiliki laju yang sangat cepat, menurut bahasa buraq dapat didefinisikan sebagai kilatan atau cahaya dan menurut bukti bukti dari hadis buraq merupakan sejenis hewan tunggang warna putih yang memiliki sayap dikedua pahanya, ukuran tubuhnya lebih besar daripada keledai namun lebih kecil dari kuda. Jika dua definisi tersebut digabungkan dapat disimpulkan bahwa buraq adalah hewan tunggangan rosul yang memiliki kecepatan secepat cahaya.

Rangkaian dua perjalanan dalam satu malam ini  menariknya perjalanan isra miraj ini  memiliki penjelasan sains modern, perjalanan isra miraj menurut sains adalah perjalanan keluar dimensi ruang waktu, pada dasarnya manusia hidup dalam dimensi ruang waktu serta dimensi manusai ini dibatasi oleh ruang an waktu, seperti perihal tentang dimensi ruang, jauh-dekat, masa lalu- masa sekarang,- masa depan serta waktu singkat dan waktu lama.

Manusia pada dasarnya mengenal batas dimensi, dengan contoh sederhana ada sebuah  perjalanan dua dimensi memiliki rute berbentu u atau lebih sering disebut tapal kuda, namun perjalanan keluar dimensi memiliki rute yang berbeda bisa dari huruf u ke ujung huruf u satunya.

Malaikat, jin termasuk ke dalam mahluk yang tidak terikat dengan dimensi ruang dan waktu, karena itu bisa dengan mudah malaikat mengajak nabi melalukakan perjalanan menembus dimensi waktu ditambah dengan kendaraan buraq rosullah yang memilki kecepatan cahaya.

Perjalanan Rasulullah di 7 lapis langit juga dapat ditinjau secara sains. Langit 7 lapis dalam peristiwa Isra Mi’raj menurutnya bermakna jumlah benda langit tidak berhingga.

Ia menjelaskan, tidak ada lapisan langit dan atmosfer secara nyata di alam semesta. Atmosfer, sambungnya, dibedakan berdasarkan derajat suhu dan lainnya, namun tidak secara khusus berlapis. Sementara itu, langit mencakup wilayah orbit satelit, orbit bulan, dan juga tata surya.

“Struktur besar alam semesta yang tidak hingga itu disebut 7 langit,” kata Thomas.

Thomas mengakui, anggapan lapisan langit sebelumnya dapat terbentuk saat ilmu astronomi dan astrologi belum dipisahkan. Dalam konsep sains tafsir lama, 7 langit tempat Nabi Muhammad SAW diasosiasikan dengan bulan dan planet-planet di tata surya.

Ia menjelaskan, saat itu, setiap benda langit tersebut dimaknai bertempat di satu lapisan langit berbeda. Rasulullah SAW lalu ditafsirkan bertemu Nabi Adam di bulan, Nabi Isa dan Yahya di Merkurius, dan seterusnya.

Thomas mengatakan, analogi makna 7 langit sebagai langit yang tidak berhingga juga tampak pada 7 lautan di Al Qur’an surat Luqman ayat ke 27,

وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَامٌ وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ – ٢٧

Artinya: Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

 


Penulis : Sholihah Mutawakillah (Mahasantri Putri Ma’had UIN Banten)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *