Skip to content
Home » Berita » Jihad Santri Jayakan Negeri

Jihad Santri Jayakan Negeri

Oleh: Devina Restu Siningsih.

Jihad santri jayakan negeri adalah tema hari santri di tahun ini. Hari santri bertolak belakang dari keberanian rakyat Indonesia melawan para penjajah yang dipelopori oleh syeikh KH Hasyim Asyari pada tanggal 22 oktober 1945. Pada saat itu. KH Hasyim Asyari Bersama para ulama ulama besar lainya berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain keberanian nya melawan penjajah, beliau juga pencetus pertama Resolusi Jihad. Hubungan resolusi jihad dengan hari santri sendiri, adalah Sejarah hari santri, Maka dari itu peringatan hari santri tidak pernah lepas kaitanya dengan resolusi jihad.

Resolusi jihad merupakan seruan ulama dan santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela tanah air dan mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia. Resolusi jihad merupakan salah satu bukti nyata dukungan dan usaha para santri untuk negeri. Karena santri memiliki pengaruh kuat untuk negara kesatuan republik Indonesia saat ini. Bergelora mengorbankan semangat juang, dengan gagah dan berani, santri Bersatu padu menyambut resolusi jihad di tahun ini.

Pada hakikatnya santri sesungguhnya, pengabdianya tidak melulu soal agama, akan tetapi turut serta berkontribusi bagi bangsa dan negara. Santri harus rela berkorban apapun demi agama, bangsa dan negara. Keadaan itulah yang: menegaskan bahwa santri telah berjuang tulus Ikhlas mewakafkan hidupnya secara fisik dan pikiran, Rela berkorban apapun dan terus mengorbankan semangat juang membangun Indonesia agar lebih bermartabat di muka bumi ini. Menjadi negara yang mengutamakan keimanan agama, bermoral dan tidak saling acuh tak acuh terhadap agama sendiri, perduli akan perkembangan zaman tapi tidak melupakan nilai nilai agama. Selalu mengikutsertakan fungsi agama islam disetiap perkembangan ilmu dan kebudayaan. Jihad santri adalah jihad dimana para santri berjuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan.

Saatnya santri meletakan landasan berfikir yang jelas, mengukir karya untuk negeri, dan tidak kebawa ketindakan provokatif yang mengakibatkan perpecahan. Santri harus menjadi sosok yang Tangguh ditengah badai kehancuran moral dengan berbagai motif di era zaman sekarang. Kita harus selalu ingat bahwa para santri memiliki faktor besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jihad santri bukanlah jihad dengan senjata ataupun fisik yang mengakibatkan konflik dan perpecahan,tetapi jihad santri adalah jihad dengan ilmu pengetahuan, karakter, dan kebaikan.

Dengan ilmu pengetahuan santri bisa menyalurkan ilmu agama yang baik dan tidak keluar dari syariat islam kepada para penerus bangsa. Dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan yang baik, negeri ini tentunya dapat melahirkan bibit bibit kepribadian yang unggul bermartabat karena santri adalah penerus bangsa demi kejayaan negri. Ilmu pengetahuan yang diajarkan atau yang dipelajari oleh santri juga adalah bagaimana menjadi pemimpin yang baik dalam menjalankan ajaran dan mengajarkan nilai nilai islam kepada Masyarakat yang sesuai dengan ajaran islam dan tidak keluar dari syariat syariat islam. Karna di era zaman sekarang tidak sedikit ditemukan ajaran ajaran yang mengatasnamakan agama islam tapi tidak sesuai dengan ajaran di agama islam itu sendiri, kita seabagai santri harus mempertimbangkan ilmu pengetahuan mana yang harus dipelajari, dipahami dan diterima baik baik yang sesuai dengan ajaran landasan agama islam. Karena ilmu pengetahuan yang dipelajari santri juga memiliki peran penting dalam memperkuat tali silaturahmi antar warga Masyarakat. Karna dalam bermasyarakat santri harus mencerminkan sifat yang baik yaitu saling menghormati, bersikap sopan santun, saling tolong menolong peka dan peduli terhadap sesama dan mempunyai rasa solidaritas yang tinggi.

Ilmu pengetahuan tentunya didapatkan di dunia Pendidikan. Semua aktivitas Pendidikan dipandang sabagai ibadah kepada Allah swt. dan dari Pendidikan itulah kita bisa mendapatkan ilmu, pengetahuan, wawasan yang baik juga memperoleh Pendidikan seimbang antara ilmu agama dan ilmu sosial. Karena Pendidikan itu juga tidak pernah putus kaitanya dengan agama, maka dari itu setiap Pendidikan akan selalu mengambil landasan dan sumber dari agama itu sendiri.

Islam adalah kepercayaan yang sejalan dengan tujuan ajaran agama yaitu untuk mendorong manusia agar selalu patuh dan tunduk kepada tuhanya yaitu Allah swt. Sehingga lahirnya keselamatan, kedamaian aman dan Sentosa. Menciptakan kedamaian di muka bumi ini dengan cara mengajak kepada sesama agar selalu patuh dan tunduk akan ajaranya. Sebenarnya rasa patuh dan tunduk itu lahir dari diri sendiri. Tetapi jika kita belajar kita tahu sebab akibatnya kita patuh kepada allah tentu saja kita akan mengamalkan hal tersebut dengan baik.

Kita sebagai santri harus semangat dalam belajar agar kita tau dan paham dari diri kita lahir rasa patuh dan semangat dalam mengamalkan rukun iman dan rukun islam. Tetapi di sisi lain juga agama menjadikan banyak orang dan kelompok mendapatkan: topangan penderitaan, penindasan dan perpecahan. Hal itu sering diakibatkan karna perselisihan pendapat mengenai kepercayaan dan perbedaan landasan sumber maupun pemikiran. Dalam posisi inilah santri mempunyai tanggung jawab moral dalam pengembangan pemikiran keagaman yang tidak bersifat provokatif. Memunculkan kesan yang kuat bahwa beragama itu dengan yakin dan beriman kepada allah dan selalu melibatkan allah dalam setiap Tindakan atau Langkah yang kita ambil karena setiap perbuatan umat islam itu selalu dipertanggung jawabkan kepada Allah swt.

Karna negeri ini sudah mengalami banyak perpecahan akibat perbedaan, jangan karna perbedaan itu kita menjadikannya sebagai ajang konflik. Perbedaan itu justru menarik, kita harus menjaga kelestarian perbedaan yang ada di negeri ini. Dari mulai perbedaan kepercayaan, perbedaan suku, ras dan perbedaan pemikiran. Kita harus menjadikan negeri ini ada sebagai negeri yang bermartabat negeri yang dihargai di muka bumi karna keberagamannya. Kita harus bangga pada negeri ini karna disetiap keberagaman itu menarik. Banyak santri di negeri ini yang mengalami perbedaan contohnya perbedaan suku. Tapi hal itu tidak menjadikan faktor pemicu perpecahan. Itu juga didasari oleh karakter dari masing masing santri itu sendiri. Terbentuknya karakter itu berasal dari lingkungan, karena santri identic dengan pesantren maka dari itu kehidupan pesantren adalah karakter yang melekat pada diri santri, sebagai santri kita harus menyeimbangkan dunia pesantren dengan dunia luar. Jangan karena masuknya budaya yang muncul dari luar itu merusak karakter santri. Kita boleh mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan budaya dizaman sekarang, tetapi kita sebagai santri juga harus memiliki Batasan akan hal tersebut. Tetapi jika dilihat dari karakter santri, santri memiliki keunikan karakter yang berbeda beda. Salah satunya adalah pada pola pandangan yang menyatakan suatu kejadian berasal dari berasal dan berproses. Nah dari salah satu karakter dan pola pandangan itulah yang seharusnya membuat santri lebih hati hati membawa dirinya untuk tidak terjerumus pada perbuatan tercela. Contohnya perbuatan subhat, apalagi bathil dan haram. Jadi tetaplah menjadi santri yang produktif aktif, tetapi selalu melibatkan allah dan agamanya di dalamnya. Karena dengan melibatkan allah disetiap proses insyaallah semua akan di perlancar. Tetap menjadi santri yang sabar ikhtiar tawakal dan terus berjihad dijalan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *