Skip to content
Home » Berita » Suara Hati Seorang Ibu

Suara Hati Seorang Ibu

Oleh Suci Fauziah

Dahulu kala hidup seorang Ibu dan Putrinya, ketika itu sang Ibu merasa sangat bangga dengan putrinya, karna telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Alquran selama satu tahun. Selain itu putrinya juga sangat berbakat dalam pelajaran Matematika.

Suatu hari Ibu menanyakan hadiah apa yang diinginkan anaknya sebagai apresiasi karena telah menyelesaikan hafalan Alqurannya.

“Nak, hadiah apa yang kamu inginkan sebagai apresiasi telah menyelesaikan hafalanmu?’

Hati anak tersebut sangatlah mulia, lalu dia menjawab

“Aku tidak menginginkan hadiah apapun Ibu. Kasih sayang yang Ibu berikan sudah sangat cukup untuk ku”

Ibu sangat terharu mendengar jawaban putrinya, kemudian Ibu berpikir bahwa ia akan mengadakan acara tasyakuran untuk putrinya

“Nak, Ibu ingin mengadakan acara tasyakuran atas keberhasilanmu telah menyelesaikan hafalanmu”

“Baiklah Bu, aku akan membantu Ibu untuk menyiapkan acaranya”

Dalam acara tersebut, Ibu akan mengundang warga sekitar rumah mereka. Acaraya akan diselenggarakan esok hari, lalu Ibu mengajak putrinya untuk pergi ke pasar membeli makanan yang akan di sajikan esok hari.

Sesampainya di pasar, Ibu membeli 40 buah jeruk dan 50 buah salak.

Setelah semua kebutuhan telah dibeli kami pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Ibu segera menyiapkan piring yang akan digunakan untuk menyajikan buah-buahan, akan tetapi piring yang Ibu punya ada di gudang, dan sulit untuk mengambilnya. Ibu ingin mengambilnya sesuai dengan kebutuhan saja, kemudian Ibu menghitung jumlah buah tersebut agar tertata dengan rata di piring, namun Ibu kebingungan sebab tidak juga mendapat jawabannya.

“Ibu ada apa? Sepertinya Ibu terlihat kebingungan?”

“Ibu sedang menghitung berapa banyak piring yang dibutuhkan untuk menyajikan buah-buahan ini”

Kemudian sang putri berniat membantu Ibunya untuk menghitung berapa banyak piring yang dibutuhkan untuk menyajikan buah-buahan tersebut

“Ibu bolehkah aku membantu Ibu untuk menghitungnya”

“Dengan senang hati sayang, boleh sekali”

“Kita bisa menghitung berapa banyak piring yang kita butuhkan dengan mencari bilangan prima dari jumlah masing-masing jenis buah, lalu kita memfaktorisasikan bilangan prima tersebut, Kita bisa menentukan bilangan prima salah satunya dengan menggunakan Pohon Faktor”

Bilangan yang ada di dalam lingkaran merupakan bilangan prima dari 40 dan 50, kita dapat menuliskannya dengan faktorisasi prima.

40 = 2x2x2x5 = 23x5

50 = 2x5x5 = 2×52

Kemudian kita cari bilangan yang sama dan yang terkecil. Bilangan yang sama dan yang terkecil adalah 2×5 = 10

“jadi piring yang di butuhkan untuk menyajikan buah-buahan berjumlah 10″

“Maa Sya Allah putri Ibu sangatlah pandai, terimakasih banyak nak sudah membantu Ibu menghitung”

“Terimakasih kembali Ibu, Aku sayang Ibu”

“Ibu juga sayang kamu”

Keesokan harinya

Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, bukan hanya Ibu yang sangat bangga dengan putrinya, melainkan semua orang yang ikut serta dalam acara tersebut sangat bangga dengan sang putri”

END

Kesimpulan

Dari cerita tersebut disimpulkan bahwa, kita dapat membuat hati Orang Tua bangga, bukan hanya dengan bentuk material saja, tetapi dengan kita berusaha dalam belajar kita dapat membuat Orang Tua bangga dengan Kita. Dari cerita tersebut juga kita dapat mengenal bahwa FPB adalah ilmu dasar matematka untuk mencari bilangan terbesar yang dapat membagi habis suatu bilangan. FPB juga dapat membantu menyelesaikan masalah Matematika yang melibatkan bilangan-bilangan tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *