Skip to content

Sejarah Ma'had Al-Jami'ah

Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Sultan (UIN) Maulana Hasanuddin Banten bermula dari Pesantren Mahasiswa (PESMA) yang bernama Miftahul ‘Ulum di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Sebelum Status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, saat itu didirikan sebuah Pesantren Mahasiswa (PESMA) yang bernama Miftahul ‘Ulum. PESMA Miftahul ‘Ulum ini digagas oleh empat serangkai yaitu Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Pd. yang saat itu masih menjadi Wadek I Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Dede Permana, Lc., M.A., Dr. H. Aang Saeful Milah, M.A., dan Dr. Budi Sudrajat, M.A. di bawah naungan Fakultas Tarbiyah. Empat serangkai inilah yang mencetuskan adanya PESMA Miftahul ‘Ulum.

Pesantren Mahasiswa (PESMA) Miftahul ‘Ulum, saat itu didirikan pada tahun 2009 di Jalan Bhayangkara Baru No. 30, RT 008 / RW 004, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang (Kampus III) dengan jumlah 20 orang mahasantri yang salah satu pengajarnya adalah Dr. H. Aang Saeful Milah, M.A., sebelum beliau melanjutkan pendidikannya di Mesir.

Transformasi IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada tahun 2017 merupakan momen sangat penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya pendidikan tinggi Islam. Berbekal pada semangat integrasi keilmuan, UIN diharapkan mampu menjaga peran tradisionalnya yaitu mampu mencetak ulama yang mempunyai wawasan keilmuan, kemodernan dan keindonesiaan yang handal.

Dalam upaya melakukan akselerasi terhadap integrasi keilmuan tersebut, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mempersiapkan Ma’had al-Jami’ah sebagai Unit Pengembangan Teknis (UPT) lembaga pendidikan non-formal dan menjadi salah satu syarat transformasi IAIN menjadi UIN yang setara dengan Perpustakaan, Pusat Bahasa, Pusat Karir.  Adanya UPT Ma’had ini tentu bertujuan untuk mendukung terwujudnya visi dan misi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten diresmikan oleh Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada tahun 2017 bersamaan dengan dilantiknya Pimpinan Ma’had al-Jami’ah UIN pertama di Gedung Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan dihadiri oleh pejabat Rektorat, para pembantu Rektorat, para Kepala Biro, Para Dekan Fakultas, para Pembantu Dekan Fakultas UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Pimpinan pertama Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten adalah Dr. H. Dede Permana, M.A. Beliau dilantik sebagai Mudir atau Pimpinan Ma’had pada tahun 2017 berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Nomor: 117/Un.17/B.III.2/KP.07.6/10/2017 tertanggal 17 Oktober 2017.

Pada masa awal, tepatnya pada awal semester genap, Ma’had Al-Jami’ah mulai menerima mahasantri. Mahasantri awal Ma’had Al-Jami’ah ketika itu berjumlah 30 orang mahasantri. Tahap awal ini, merupakan sebuah tahap perintisan.

Menjelang tahun ajaran baru di Semester Ganjil, pada Bulan Juli 2018, jabatan Pimpinan Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten beralih kepada Dr. H. Aang Saeful Milah, M.A. yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Nomor 1884/Un.17/B.III.2/KP.07.6/07/2018 tertanggal 5 Juli 2018 setelah beliau menyelesaikan pendidikan Starta Tiga (S3) sebagai Doktor lulusan Mesir menggantikan Dr. H. Dede Permana, M.A. sebagai Pimpinan pertama Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Mulailah saat itu Ma’had Al-Jami’ah meneruskan rintisan dengan membentuk sebuah organisasi atau kepengurusan di Ma’had yang tujuannya untuk mempermudah pergerakan-pergerakan atau menyukseskan visi dan misi Ma’had Al-Jami’ah yang menjadi bagian dari visi dan misi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Dalam perkembangannya, Ma’had UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mendapatkan pembinaan secara insentif dari pimpinan, para dosen atau asatidz, dan para musyrif dalam pembinaan kepribadian, pengembangan skill Bahasa Arab, Bahasa Inggris, ilmu Al-Qur’an, Fiqih Ibadah, kepenulisan, pengembangan wawasan keislaman dan pengembangan skill kepemimpinan. Adapun capaian mahasantri selama satu tahun di Ma’had, di antaranya adalah hafal Juz 30, Hadits Arba’in, Kitab Fiqih Matan Abi Syuja’ Bab Thaharah dan Sholah, 400 Kosa Kata Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, serta Do’a Tahlil atau do’a-do’a harian.

Pada tahun 2021, Ma’had Al-Jami’ah mulai menapaki jenjang dan tantangan baru dengan hadirnya gedung asrama mahasantri di kampus II UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Di tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 9 September 2021 terjadi pergantian kepemimpinan Ma’had Al-Jami’ah baru oleh Dr. H. Masrukhin Muhsin, Lc., M.A., menggantikan Dr. H. Aang Saeful Milah. M.A. yang pada saat itu diangkat menjadi Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA), hingga sekarang. Pergantian kepemimpinan tersebut berdasarkan pada Keputusan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Nomor 950/Un.17/BA.III.2/KP.07.6/09/2021.

Di bawah kepemimpinan Dr. H. Masrukhin Muhsin, Lc., M.A., pada tahun ajaran baru tahun 2022, Ma’had Al-Jami’ah mulai menerima mahasantri putri dengan menempati gedung asrama Ma’had al-Jami’ah di kampus II. Sedangkan mahasantri putra menempati gedung asrama Ma’had Al-Jami’ah di kampus III.