SERANG – Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melaksanakan seleksi wawancara bagi calon peserta Kelas Mutawasith di Sakan A pada Senin (22/6). Tahapan ini menjadi bagian dari proses penjaringan mahasantri yang dinilai memiliki komitmen, kesiapan, dan semangat belajar untuk mengikuti pembinaan lanjutan di Ma’had.
Seleksi dilaksanakan oleh musyrif dan musyrifah Ma’had sebagai tindak lanjut program pembinaan yang diarahkan oleh Kepala Ma’had, Ustadz Aang Saeful Millah. Sebanyak 69 peserta mengikuti proses wawancara, terdiri atas 60 mahasantri putri dan 9 mahasantri putra. Selama proses berlangsung, peserta diwawancarai mengenai motivasi mengikuti Kelas Mutawasith, pengalaman selama menjalani pembinaan, hingga kesiapan untuk berkomitmen dalam program lanjutan.
Salah seorang peserta mengaku wawancara tersebut menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali tujuan mengikuti pembinaan di Ma’had. “Pertanyaannya nggak cuma tentang pengetahuan, tapi juga ngajak kami melihat lagi sejauh mana kesungguhan dan kesiapan kami untuk terus belajar di Kelas Mutawasith,” ujarnya.
Kepala Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Aang Saeful Millah, menegaskan bahwa seleksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pembinaan di Kelas Mutawasith. “Ini menjadi standar kita dalam menerima peserta Kelas Mutawasith. Yang dicari bukan sekadar kemampuan, tetapi semangat untuk terus belajar dan bertumbuh dalam proses pembinaan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Panitia, Kaisar Fiqri Hakim, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian wawancara berjalan tertib dan lancar sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Tahap wawancara menjadi rangkaian awal dalam proses seleksi calon peserta Kelas Mutawasith. Seleksi akan berlanjut dengan asesmen yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/6), sementara hasil akhir akan diumumkan setelah seluruh tahapan seleksi selesai dilaksanakan.
Penulis: Indah Zakiah Putri
Editor: Siti Syadiah Maulida

